“Maka, rasa sakit akan melahirkan anak ( persalinan memaksa ia bersandar ) pada pangkal pohon kurma, ia berkata, ‘Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan’. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah,’ Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Robbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan bah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu” ( QS Maryam ; 23-26 )
Bila kita mendengar istilah “perawatan kesehatan ibu hamil” apa yang ada di dalam pikiran kita ? Sebagian kita akan membayangkan dengan tablet zat besi ( tambah darah ), tablet calsium ( mineral untuk tulang), susu merek terkenal untuk ibu hamil, makanan bergizi tinggi atau volume makanan yang harus dua kali porsi.
Tentu kita tak akan “ngebayangin” dengan madu, kurma, zaitun atau bekam bagi ibu hamil.
Begitu kuatnya dominasi medis modern di tengah-tengah kehidupan kita sehingga tertanam dalam keyakinan bahwa cara inilah yang terbaik dan satu-satunya. Kemudian kita merasa asing dengan cara yang Nabi telah ajarkan kepada kita.
Pada saat hamil seorang ibu berada dalam kondisi yang sangat berbeda dibandingkan saat lainnya. Adanya janin di dalam rahim menimbulkan perubahan hormonal dan metabolisme yang komplek sehingga menuntut perawatan fisik dan asupan makanan yang sesuai bagi ibu maupun bayinya. Selain itu persiapan fisik yang optimal sangat diperlukan saat persalinan karena ibu akan menghadapi pekerjaan raksasa yang memerlukan cadangan energi yang lebih besar dari pada lari marathon 10 km.
Nutrisi Nabawi terbaik yang dianjurkan bagi ibu hamil adalah BUAH KURMA. Di mana buah kurma jenis tertentu yang dikonsumsi rutin selama hamil mampu mencukupi sebagian besar zat gizi esensial yang diperlukan selama kehamilan. Di bawah ini akan diuraikan hubungan antara zat gizi yang diperlukan oleh ibu hamil dengan zat gizi yang terkandung dalam buah kurma.
Kalsium. Merupakan mineral penting yang diperlukan untuk bahan pembentuk struktur tulang dan gigi. Kebutuhan kalsium meningkat pada masa kehamilan dan menyusui, karena selain bagi kebutuhan sang ibu, kalsium mutlak diperlukan bagi pertumbuhan janin dan pembentukan ASI. Kekuranagn kalsium mengakibatkan penyakit osteomalasia ( kerapuhan tulan ) dan rachitis ( kelumpuhan).
Kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh manusia dan selama kehamilan diperlukan asupan kalsium terbanyak dibanding jenis mineral yang lain. Suatu keajaiban dari buah kurma bahwa dari seluruh komponen mineral yang dikandungnya ternyata kalsium merupakan mineral dengan jumlah terbanyak, yaitu sekitar 13000 mg per 100 gram kurma kering.
Dengan konsumsi rutin menu makanan harian ditambah buah kurma masak sebanyak 7 butir saja tiap pagi sudah mencukupi seluruh kebutuhan kalsium bagi ibu selama kehamilannya. Dengan itu pertumbuhan tulang janin menjadi kuat dan kelak setelah melahirkan sang ibu terhindar dari pengeroposan tulang ( osteoporosis).
Zat Besi. Merupakan mineral yang diperlukan untuk pembentukan darah dan sumsum tulang. Zat besi menjadi bahan baku haemoglobin yang merupakan komponen penting dalam sel darah merah. Memiliki fungsi vital bagi transport oksigen yang diambil oleh paru-paru dan diedarkan oleh sel darah merah ke seluruh sel-sel tubuh, Kebutuhan zat besi meningkat pada masa hamil karena pembentukan darah janin. Meningkatnya volume darah ibu dan keluarnya darah pada masa nifas. Kekurangan zat besi mengakibatkan penyakit anemia dengan gejala lemah, letih, lesu dan penampakan fisik yang pucat.
Kebutuhan zat besi alami sebagian besar tercukupi dari menu makanan harian yang berkualitas. Karena kandungan zat besi banyak terdapat di dalam hati, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayur-sayuran hijau. Untuk melengkapi kebutuhan zat besi ada baiknya kita mengkonsumsi kurma secara rutin selama hamil karena kurma mengandung zat besi yang mencukupi yaitu sekitar 2.1 mg per 100 gram kurma kering.
Karbohidrat. Merupakan zat gizi utama sebagai penghasil energi yang diperlukan tubuh, Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagian besar makanan pokok kita ( nasi, jagung, gandung ) mengandung karbohidrat jenis kompleks ( polisakarida ). Di mana di dalam tubuh akan mengalami reaksi biokimia yang bertingkat-tingkat menjadi jenis karbohidrat yang lebih sederhana ( disakarida ). Yang kemudian diproses lagi menjadi jenis paling sederhana (monosakarida). Jenis karbohidrat inilah yang langsung bisa “dibakar” menjadi energi.
Sesungguhnya komponen terbanyak dari buah kurma adalah karbohidrat ( 75% ), dan sebagian besar darinya adalah jenis paling sederhana ( monosakarida) yang sangat mudah diserap oleh usus dan langsung bisa “dibakar” menjadi energi. Itulah sebabnya kurma merupakan makanan terbaik bagi ibu hamil karena selain menghasilkan energi instan kurma juga meringankan beban kerja seluruh sel-sel dan organ-organ tubuh karena proses biokimiawinya yang begitu efisien dan mengagumkan.
Lebih menakjubkan lagi bahwa kadar monosakarida tertinggi dengan komposisi yang paling ideal ada pada kurma masak yang basah. Kenyataan ilmiah ini ternyata sudah ditegaskan dalam Al Qur’an, ” Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu….” (QS. Maryam 25-26)
Air. Betapa pentingnya air bagi seluruh proses biokimiawi dalam tubuh manusia tentu dipahami oleh semua orang. Bahwasanya air merupakan media utama bagi berlangsungnya seluruh proses metabolisme kehidupan. Kecukupan karbohidrat sebagai bahan baku energi harus ditunjang dengan kandungan air yang memadai. Terutama saat akhir kehamilan di mana seoranga ibu harus mempunyai cadangan energi dan air yang cukup untuk persiapan persalinan.
Penatalaksanaan medis ibu bersalin di rumah sakit kondisi fisiknya lemah atau kehabisan tenaga untuk mengejan adalah dengan memberikan infus yang mengandung air dan glukosa ( salah satu jenis monosakarida ). Dengan begitu energi instant bisa didapatkan dan ibu bisa menyelesaikan persalinan dengan lancar.
Kadar air pada buah kurma berbariasai antara satu jenis kurma dengan yang lain. Namun kadar air rata-rata sekitar 33%, Dengan hanya makan kurma kebutuhan air tentu tak mencukupi saat persalinan. Untuk memenuhinya selain amakan kurma, seorang ibu dianjurkan untuk minum air dalam jumlah cukup. Maha benar Alloh, ternyata kaidan ini telah Allah tunjukkan kepada kita melalui firman-Nya, “Makan dan minumlah…..” (QS Maryam 26 )
Serat Makanan (Fiber). Merupakan komponen makanan yang bersifat non-gizi, karena sifatnya yang tidak diserap oleh tubuh tetapi berperan penting karena membentuk tekstur tinja. Seorang yang kekurangan kandungan serat di dalam makanannya mengakibatkan tekstur tinja yang keras, sulit dikeluarkan, memperberat kerja usus dan mudah terjadi sembelit. Bila makanan harian cukup serat membuat tinja lebih lembek dan buang hajat lebih mudah dan teratur.
Pola makan selama hamil yang kuran serat terutama menjelang bersalin sering mengakibatkan kesulitan persalinan karena banyaknya tinja keras yang menumpuk di usus bagian bawah, Kondisi ini diperparah karena pada masa kehamilan akhir biasanya kruang gerak sehingga kerja usus menjadi lamban. Bila hal itu terjadi menjelang persalinan maka kepala bayi sulit turun ke bawah dan pembukaan menjadi lambat. Akibat selanjutnya “tuntutan” kepala bayi untuk melewati jalan lahir dengan lebar seluas-luasnya “tidak tertunaikan”. Ini disebabkan karena jalan lahir “tergencet” oleh penuhnya muatan tinja keras di saluran sebelahnya (usus besar).
Subhanalloh. Maha Suci Alloh yang telah memerintahkan Ibunda Maryam al-adzra’ untuk memakan buah kurma takala menjelang persalinannya. Penemuan ilmiah membuktikan betapa besar manfaat buah kurma demi kelancaran proses persalinan. Kandungan fiber / serat makan dalam buah kurma sangat tinggi ( 10 %) bila dibanding kebanyakan buah-buahan dan makanan lain.
Vitamin B Komplek. Vitamin ini terdiri dari berbagai senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah kecil namun memiliki fungsi penting dalam berbagai proses metabolisme,. Termasuk dalam pembentukan energi dan kofaktor berbagai enzim metabolisme, termasuk dalam pembentukan energi dan kofaktor berbagai enzim metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Meliputi vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6, vitamin B12, niasin dan beberapa senyawa lain. Saat hamil terjadi peningkatan Basal Metabolisme Rate sampai 20% lebih tinggi dari pada kondisi tidak hamil. Ini diperlukan untuk pembentukan energi, pembentukan massa janin maupun adaptasi faali sang ibu. Untuk mendukung peningkatan proses metabolisme tersebut tentu saja diperlukan tambahan asupan vitamin B Komplek yang memadai.
Konsumsi harian buah kurma oleh ibu hamil mampu mencukupi peningkatan kebutuhan tersebut sehingga sang ibu tak perlu repot-repot mencari tablet multivitamin atau mengkonsumsi produk suplemen yang belum jelas manfaat dan keamanannya.
Salisilat. Gejala yang dikeluhkan oleh ibu hamil adalah rasa nyeri dan ngilu-ngilu di badan. Terutama di bagian pinggang. Ini sering terjadi walau pada kondisi hamil yang normal dan sehat. Pemakaian obat-obatan kimiawi untuk menghilangkan keluhan ini tentu saja tidak dianjurkan. Tapi kita bisa meredakan gejala ini secara mudah dan alami. Karena dalam kurma mengandung salisilat, yaitu zat antinyeri alami yang biasanya menjadi bahan baku pembuatan obat aspirin. Dalam dunia medis obat ini digunakan untuk mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri dan demam.
Alangkah baiknya bagi ibu hamil bilamana ia rutin mengkonsumsi kurma. Selain menyehatkan badan, kandungan aspirin alaminya myang tinggi mampu mencegah dan meredakan keluhan ini.
Oksitosin Alami. Dalam kurma terkandung zat alami yang menyerupai “oksitosin”. Dalam medis zat kimia ini sering digunakan dalam penatalaksanaan persalinan yang mengalami gangguan kontraksi ( daya kejang) otot rahim. Bila kurma dikonsumsi rutin selama hamil memberi manfaat pada kemampuan otot rahim untuk berkontraksi secara maksimal, sehingga otot rahim memiliki daya dorong yang cukup untuk mengeluarkan bayi yang dikandungnya. Setelah bayi keluar kekuatan kontraksi otot rahim berperan penting untuk meminimalisir perdarahan pasca bersalin karena kemampuannya menjepit pembuluh darah rahim yang relatif membesar dan terbuka.
Vitamin A. Buah kurma juga mengandung vitamin A yang merupakan vitamin penting untuk kesehatan mata. Kekuarangan vitamin A pada bayi mengakibatkan banyaknya kasus buta senja pada usia dini, yaitu kemapuan penglihatan yang menurun bila beradadi tempat gelap/malam hari. Oleh karena itu pemerintah menggalakkan program pembagian kapsul vitamin A gratis secara nasional kepada semua balita setiap tahun dua kali. Para ahli medis juga menganjurkan tambahan suplemen vitamin A bagi ibu hamil dan menyusui karena kebutuhannya yang meningkatpada masa ini. Tak aneh pula bila pada masa perang dunia kedua Angkatan Udara Amerika mewajibkan menu kurma kepada para pilot pesawat tempurnya, karena manfaatnya yang besar dalam meningkatkan ketajaman penglihatan saat pertempuran malam hari.
Subhanalloh. Kandungan vitamin A pada buah kurma ternyata mencukupi semua itu (90 IU per 100 gram kurma kering). Selama hamil kandungan vitamin A pada buah kurma memberi kecukupan untuk kebutuhan ibu maupun bayinya. Sedangkan pada masa menyusui buah kurma yang dikonsumsi akan terkonsentrasi ( baca: dikonsentrasikan oleh Alloh) pada ASI-nya, karena pada saat itu sang bayilah yang lebih memerlukannya,
Kesimpulan
Sesungguhnya masih banyak zat-zat lain yang dikandung dalam buah kurma baik yang sudah diteliti manfaatnya atau yang belum diketahui. Sehingga para pakar pengobatan Islam telah bersepakat atas kaidah ini:
- Bahwa bagi para wanita bersalin tidak ada sesuatu yang lebih baik untuk mereka dari pada kurma masak yang masih basah, berdasar ayat ini, “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan kurma yang masak kepadamu. (QS Maryam 25-26).
- Kalau memang menurut Alloh ada sesuatu yang lebih baik dari pada kurma masak yang basah untuk wanita bersalin, tentu Alloh telah memberikannya ke Ibunda Maryam. Sehingga disepakati oleh ahli Thibun Nabawi bahwa kalau seorang wanita kesulitan melahirkan , tidak ada yang lebih baik baginya melebihi kurma masak yang masih basah.
- Kurma adalah buah-buahan sekaligus makanan pokok sekligus camilan sekaligus obat yang memberi manfaat maksimal bilamana dikonsumsi secara rutin dan terus menerus ( istiqomah).
- Maha Suci Alloh yang telah mengenalkan buah yang barokah ini kepada hamba-Nya, sebelum ahli medis mengetahui khasiat buah tersebut dan menyingkap berbagai rahasia dari buah ini ratusan tahun sebelumnya.
- Hukum asal ikhtiar pengobatan adalah mubah. Namun bilamana kita berikhtiar dengan niat yang benar dan dengan cara yang benar ( sesuai perintah Alloh) maka perkara yang mubah bisa menjadi sunnah. Sebagaiamana disabdakan oleh Nabi : ” Sesungguhnya amalan itu nilainya tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya masing-masing orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan.” ( HR, Muttafaqun ‘alaihi).
Dr. Ainul Hadi.
Sumber : http://izzati-store.com