Menu Baru Berbuka Puasa

Empat belas abad silam, anas bin malik, pria saleh di madinah, arab saudi, kerap melihat nabi muhamad saw, mengunyah kurma segar sat berbuka puasa. Bila tak ada kurma segar, anas melihat nabi mengunyah kurma kering.

Kisah yang direkam sahabat rasul itu kini menjadi legenda: ‘berbuka dengan kurma phoenix dactylifera sehat!’ di tanahair selain kurma, ada pula buah khas berbuka. Sebut saja blewah, mentimun suri, dan kolang-kaling.

Kisah dari padang pasir itu bukan cerita tanpa makna. Menurut Dra Emma Satriaty Wirakusumah MSc, ahli gizi dan kuliner di Jakarta Selatan, riset menunjukkan kurma mengandung gizi yang lengkap dan seimbang meski jumlahnya sedikit. Sebut saja karbohidrat, protein, kalium, dan serat yang bermanfaat buat pencernaan. Dari komposisi itu karbohidrat memegang peranan terpenting. ‘Daging buah kurma segar mengandung 60-65% fruktosa. Sedangkan kurma kering 75-85%,’ kata mantan pengajar gizi di Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor itu.

Fruktosa, menurut Emma, tergolong monosakarida alias gula paling sederhana. Fruktosa yang masuk ke dalam tubuh langsung dapat dicerna dan diubah menjadi energi. ‘Bila tubuh diibaratkan mesin, maka fruktosa ialah bahan bakar beroktan tinggi yang cepat menjadi energi,’ kata Emma. Itu berbeda dengan gula pasir yang sebagian besar sukrosa.

Wied Harry Apriadji, ahli gizi dan kuliner sehat di Jakarta, menuturkan gula yang terkandung pada kurma bersama-sama dengan serat membuatnya dicerna tubuh tanpa mengubah gula darah secara drastis, tapi bertahap. Artinya, kurma-dalam jumlah terbatas, 4 butir-aman bagi yang berdiet gula.

Menurut Puji Purnama, food stylish di Depok, Jawa Barat, di abad ke-14 kurma hanya dikonsumsi secara segar dan kering, tapi kini kurma dihidangkan dalam beragam menu. ‘Kini kurma sudah masuk cafe-cafe tempat nongkrong yang bergengsi. Menunya juga beragam. Ia tak lagi identik sebagai buah yang dimakan tunggal,’ kata Puji. Sebut saja di Excelso, cafe kopi terkenal dengan 60 gerai di 17 kota di tanahair.

Kurma Tunisia

Di Excelso 4 butir kurma diblender selama 2 detik. Ia lalu dicampur dengan teh, susu, dan creamer yang disajikan dingin. Di bibir gelas minuman berjuluk dates frappio itu sebutir kurma ditempelkan. Rasanya? Hmm, manis, segar, dan nikmat. Buka puasa menjadi lebih berkesan. Menurut Winnie Ho, manajer pengembangan produk Excelso, menu yang baru dirilis awal Ramadhan itu menu pertama minuman kurma di Excelso dengan standar mutu yang sama di seluruh gerai di Indonesia.

Winnie memilih kurma terbaik dari Tunisia untuk resep temuannya. Kurma asal Tunisia disebut-sebut rasanya paling lezat. Ukuran buah dan warna juga seragam. Kurma memang tak hanya tumbuh di Mekkah dan Madinah, tapi juga hampir di seluruh Timur Tengah. Catatan kitab suci yang lebih tua-Al Qur’an, Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru-menyebut kurma ditemukan di wilayah gurun pasir itu sejak zaman Musa AS dan Isa AS.

Di Cilandak, Jakarta Selatan, ada Paddzi 101 yang juga membuat minuman kurma. Bedanya Padzzi-singkatan dari padat dzat gizi-menambahkan 50 g nata de coco dan 1 sendok makan selasih. Rini Bustomo, manajer restoran Padzzi, memblender 10 buah kurma bersama 2 sendok makan susu kental dan 4 sendok makan gula. Bahan itu lalu dicampur dengan 2 gelas es serut. Minuman berjuluk smoothie kurma berserat itu tak kalah nikmat dengan dates frappio.

Blewah

Di tanahair bukan hanya kurma yang menjadi menu ‘wajib’ buka puasa. Setiap Ramadhan datang pasar tradisional, pasar modern, bahkan pasar kaget diramaikan buah kagetan: timun suri, blewah, dan kolang-kaling. Dua yang disebut terakhir sebetulnya banyak juga ditemukan di luar bulan puasa, tapi jumlahnya membludak di saat Ramadhan. Sedangkan mentimun suri benar-benar langka di luar bulan puasa.

Menurut Rini, ketiga buah itu mendadak ramai di pasaran karena tradisi masyarakat yang menyukai berbuka dengan es buah. ‘Setiap orang menjadi konsumen buah selama 30 hari penuh. Itu sulit terjadi di luar Ramadhan,’ katanya. Menurut Wied, mentimun suri dan blewah kaya kalsium sehingga mengganti ion tubuh yang hilang selama berpuasa. Bahkan di Malaysia, semua jenis mentimun menjadi makanan populer untuk berbuka. ‘Kondisi tubuh yang tadinya drop menjadi cepat pulih,’ kata pengasuh acara ‘Jajan Sehat Wied Harry’ di televisi swasta itu. Sebaliknya, menurut Rini, kolang-kaling mengandung gula kompleks. Ia menjadi cadangan energi. Rini pun membuat hidangan buka puasa dari buah-buah itu. Seratus gram blewah atau mentimun suri ditambah 100 g kolang-kaling. Agar lebih nikmat dan tampil menarik ditambahkan 100 g buah naga Hylocereus undatus yang dipotong kotak-kotak. Ia kian segar dengan es batu dan es serut. Benar kata Puji, ragam menu buka puasa kian berkembang setelah 14 abad silam dicontohkan. (Destika Cahyana/Peliput: Nesia Artdiyasa)

Kurma segar kaya fruktosa, 60-65%. Tumbuh sejak zaman nabi Musa AS dan Isa AS

Menu baru dari Excelso, berbahan kurma terbaik asal Tunisia

Sumber : http://www.trubus-online.co.id

Riset Buktikan, Berbukalah dengan Kurma

APA YANG ORANG MUSLIM SANTAP BEGITU BEDUK MAGHRIB BERKUMANDANG SETELAH SEHARIAN BERPUASA?

Kebanyakan orang langsung melahap makanan dalam porsi besar. Kolak sebagai pembuka, langsung dilanjutkan dengan makan nasi dan lauk-pauknya. Belum lagi gorengan atau camilan lain yang sengaja disiapkan sejak sore atau bahkan siang hari. Akibatnya, perut langsung penuh hingga kadang badan tak sanggup berdiri.

Dalam hadits riwayat Abu Daud, dan At Tirmizi Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci’. Makan besar dianjurkan setelah menunaikan shalat isya atau tarawih. Atau sekitar 2-3 jam kemudian. Dengan cara ini, perut terisi makanan secara bertahap dan tidak menyebabkan rasa kenyang berlebihan.

Gula darah

Anjuran Nabi untuk cukup menyantap kurma saat berbuka puasa itu ternyata memiliki dasar ilmiah. Kurma diketahui mengandung karbohidrat, lipid, vitamin, dan mineral. Penelitian Endang Sri Sunarsih, dosen dan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang bahkan membuktikan secara ilmiah khasiat kurma untuk meningkatkan kadar gula darah orang berpuasa.

Endang meneliti kadar gula darah 12 orang relawan di Rumahsakit Umum Salatiga. Semua relawan dalam kondisi sehat, berpuasa, usia 20-45 tahun, dan bobot badan 50-60 kg. Para relawan dibagi dalam 2 kelompok masing-masing 6 orang. Kelompok pertama berbuka puasa dengan 2 butir kurma dan seteguk air. Kelompok lain berbuka dengan kolak, sepiring nasi, dan lauk-pauk.

Pengukuran gula darah dilakukan 2 kali yaitu pada pukul 3 sore (kadar gula darah saat puasa) dan pukul 8 malam (2 jam setelah berbuka puasa). Pukul 3 sore dijadikan patokan kadar gula darah puasa lantaran, ‘Waktu puasa, kondisi lambung paling kosong diperkirakan pukul 15.00,’ ujar Endang.

Pada waktu itu kadar gula darah paling rendah. Musababnya selama puasa tidak ada asupan makanan sehingga tubuh mesti membongkar cadangan gula atau cadangan lemak untuk beraktivitas. Penelitian itu dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Selanjutnya, kadar gula darah tiap relawan baik sebelum maupun sesudah berbuka puasa dirata-ratakan. Hasilnya dibandingkan dengan kadar gula darah relawan di kelompok lain.

‘Ternyata, kenaikan kadar gula darah kelompok yang berbuka puasa dengan kurma hampir setara dengan yang berbuka dengan nasi dan lauk pauk. Rata-rata kenaikan gula darah relawan yang berbuka puasa dengan kurma 42,74% sementara yang berbuka dengan nasi, lauk-pauk dan kolak 48,49%.

Energi

Harap mafhum, energi yang terkandung dalam buah kurma memang tinggi. ‘Mencapai 300 kalori per 100 gram,’ kata Endang. Selain itu, 55% karbohidrat yang terkandung dalam buah kurma berupa glukosa. Glukosa termasuk karbohidrat yang mudah diubah menjadi energi sehingga cepat menggantikan energi yang hilang selama berpuasa. Selain itu kurma mengandung serat cukup tinggi mencapai 2,2 gram/100 gram buah. Vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya antara lain: vitamin A, B, niasin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, kalsium, natrium, dan magnesium.

Magnesium, kalsium dan kaliumnya membantu mengembalikan permeabilitas membran sel. Sementara fosfor berperan dalam pembentukan energi tinggi adenosin triphosphat (ATP). ATP merupakan sumber energi tinggi bagi tubuh yang dihasilkan dari proses glikolisis (pemecahan gula) dan siklus Krebs. Sumber energi tersedia sehingga glukosa cepat didistribusikan dan bisa dimanfaatkan tubuh. Kondisi tubuh pun lebih cepat pulih.

Menurut Dr Mien Karmini, peneliti utama bidang gizi dan makanan Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, karena kandungan gula alami dalam kurma mudah diserap dan dicerna tubuh, kurma baik dikonsumsi untuk orang berbuka puasa. Kurma mengembalikan energi yang hilang dengan cepat setelah seharian tidak mengkonsumsi apa pun. ‘Kurma baik dikonsumsi dalam kondisi kering maupun segar,’ ujar Mien.

Antioksidan

Penelitian di luar negeri membuktikan buah asli Irak itu memiliki keunggulan lain. Periset dari Department of Pharmacology, AISSMS College of Pharmacy, menyebutkan Phoenix dactylifera itu memiliki aktivitas antioksidan signifikan. Itu lantaran di dalam buahnya terkandung senyawa antosianin yang merupakan antioksidan alami. Namun, antosianin itu hanya terkandung dalam buah kurma segar.

Konsumsi buah kurma setiap hari juga disebutkan mampu melindungi fungsi hati. Itu sejalan dengan riset di Faculté de Médecine, Monastir, Tunisia. Disebutkan ekstrak dates-sebutan kurma dalam bahasa Inggris-mampu memperbaiki kerusakan hati akibat dimethoate-semacam insektisida.

Sementara penelitian Itimad Abuowf dari University of Khartoum, Sudan, membuktikan bubuk serbuksari kurma asal negara terbesar di benua Afrika itu, pada dosis 250 dan 500 mg/kg bobot badan mampu menurunkan enzim alanin amino transferase, aspartat amino transferase, dan alkalin fosfatase pada tikus percobaan. Ketiga enzim itu dijumpai dalam jumlah tinggi pada tikus yang mengalami kerusakan hati akibat karbon tetraklorida (CCl4).

Penelitian lain oleh Dr Soghra Bahmanpour dan tim dari Shiraz University of Medical Sciences, Iran, membuktikan meminum suspensi buah kurma dosis 120 dan 240 mg/kg bobot tubuh mampu meningkatkan jumlah, motilitas dan bentuk sperma, serta kualitas DNA. Masyarakat Mesir bahkan menggunakan serbuksari kurma untuk meningkatkan kesuburan pada wanita. Sementara air rendaman buah kurma bermanfaat sebagai penawar keracunan alkohol. Jadi? Berbukalah dengan kurma. (Tri Susanti/Peliput: Novia Wulandari)

Sumber : http://www.trubus-online.co.id